Puasa Kristiani - apakah yang dikatakan Alkitab?

Selasa, 28 April 2015

Soalan: Puasa Kristian - apakah yang dikatakan Alkitab?



Jawaban: Firman Tuhan tidak memberi perintah supaya orang Kristian berpuasa. Tuhan tidak meminta atau menuntutnya daripada orang-orang Kristian. Pada masa yang sama Alkitab menyatakan bahawa puasa itu baik dan menguntungkan. Dalam Kisah Para Rasul orang-orang percaya berpuasa sebelum mengambil keputusan-keputusan penting (Kisah 13:4, 14:23). Puasa dan doa seringkali dikaitkan bersama (Lukas 2:37; 5:33). Terlalu sering, puasa berfokus kepada pengurangan makanan. Sebenarnya puasa bertujuan mengalihkan pandangan kita daripada perkara-perkara dunia untuk fokus sepenuhnya kepada Tuhan. Puasa merupakan cara untuk menyatakan kepada Tuhan dan diri sendiri bahawa kita bersungguh-sungguh dalam perhubungan dengan Dia. Berpuasa membantu kita untuk mendapatkan sudut pandangan baru dan memperbaharui kebergantungan kita kepada Tuhan.

Walaupun hampir setiap peristiwa berpuasa dalam Alkitab merupakan penahanan diri terhadap makanan, terdapat cara lain juga untuk berpuasa. Apa yang kita lepaskan seketika supaya dapat memberi perhatian dan fokus kepada Tuhan boleh dikira sebagai berpuasa (1 Korintus 7:1-5). Berpuasa perlu ditetapkan pada masa tertentu, terutama sekali apabila mehanan diri terhadap makanan. Masa yang diperpanjang tanpa makanan dapat memudaratkan tubuh. Berpuasa bukan bertujuan menyiksa tubuh, tetapi untuk mengarahkan semula perhatian kita kepada Tuhan. Berpuasa juga tidak boleh dijadikan salah satu kaedah untuk menurunkan berat badan. Tujuan berpuasa Alkitabiah bukan untuk mengurangkan berat badan melainkan untuk mendapatkan perhubungan lebih dalam dengan Tuhan. Semua orang dapat berpuasa, tetapi beberapa orang mungkin tidak dapat berpuasa dari makanan (Contoh, orang bepenyakit kencing manis). Semua orang dapat melepas sesuatu untuk seketika bagi mendekatkan diri kepada Tuhan.

Dengan mengalihkan pandangan daripada perkara dunia, kita dapat memberikan perhatian kepada Tuhan. Berpuasa bukan cara untuk mendapatkan Tuhan melakukan kehendak kita. Berpuasa mengubah kita, bukan mengubah Tuhan. Kita berpuasa juga bukan untuk kelihatan lebih rohani daripada orang lain. Berpuasa perlu dilakukan dalam roh yang rendah hati dan sikap hati yang penuh sukacita. Matius 6:16-18 berkata, "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Sumber: http://www.gotquestions.org/Melayu/Kristian-puasa.html

Cara Hidup dan Panggilan Rohani Wanita Kristen

Sabtu, 05 April 2014

Ia dinamakan perempuan...

WANITA dan PANGGILAN ILLAHINYA (KEJADIAN 2 : 18 – 25)

1. PANGGILAN WANITA SEBAGAI WANITA
- Ciptaan Tuhan yang diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan
- Diciptakan untuk menjadi pasangan pria
- Diciptakan menjadi satu dengan pria (suami – istri) dalam perbedaannya
- Diciptakan untuk menjadi penolong

2. PANGGILAN WANITA KRISTEN MEMBANGUN DIRI (MAZMUR 128:3)
- Persekutuan Pribadi Dengan TUHAN ( IMAN )
- Belajar Firman ALLAH Secara Utuh ( PENGETAHUAN )
- Belajar Mengenal, Menggali Potensi Diri ( PERTUMBUHAN )
- Belajar Melalui Kehidupan Bersama Suami ( KEDEWASAAN )
- Menjadi Pokok Anggur Yang Subur ( KEBANGGAAN )

3. PANGGILAN WANITA KRISTEN MENGUDUSKAN SUAMI ( 1 KORINTUS 7:14)
- Menguduskan Suami Yang Tidak Kudus ( PERTOBATAN )
- Menolong Suami Mengenal TUHAN ( PERTUMBUHAN )
- Menolong Suami Bertumbuh Dalam Iman ( PELAYANAN )
- Menjaga Kelanjutan Kekudusan Anak-Anak ( PERSEKUTUAN )

4. PANGGILAN WANITA KRISTEN MENOLONG SUAMI DALAM RELASI HORIZONTAL (AMSAL 19:14)
- Menolong Suami Menemukan Potensi Diri ( PRIBADI )
- Menolong Suami Mengaktualisasi Peran ( POSISI )
- Menolong Suami Membangun Karya ( PEKERJAAN )
- Menolong Suami Memelihara Persatuan ( PERSEKUTUAN )
- Menolong Suami Dalam Ketegangan ( PENGHIBURAN )

5. PANGGILAN WANITA KRISTEN MENOLONG SUAMI DALAM RELASI VERTIKAL ( AMSAL 31:30)
- Menolong Suami Menjadi Imam Dalam Keluarga.( REPOSISI )
- Mengingatkan Suami Bersekutu Dengan Tuhan ( PENGINGAT )
- Menolong Suami Membalance Kerja dan Spiritual ( PENYEIMBANG )
- Mendampingi Suami Dalam Kegiatan Rohani ( PENDAMPING )
- Mendukung Suami Dalam Pelayanan ( PENDUKUNG )

Tips Bagi Wanita dalam Memenuhi PanggilanNya
  • Jangan pernah berkata aku tak mampu, tapi Katakanlah : Tuhan Tolong aku di panggilanku
  • Jangan pernah berkata, ini terlalu berat,tapi Katakanlah : Tuhan kuatkan aku memikulnya
  • Jangan pernah berkata, mengapa begini,tapi Katakanlah : Tuhan aku akan menjalaninya
  • Jangan pernah berkata ini bukan jodohku,tapi Katakanlah : Ajar aku bertanggungjawab atas pilihanku diwaktu lampau dan harapan didepan
Wanita Manager Luar Biasa (Amsal 31:10-31)
MANAJEMEN PENGELOLAAN
1. MEMANAGE DIRI (Amsal 31ay.29-31)
a. Tahu Keunggulan Dirinya.
b. Menyadari Kekurangannya.
c. Penampilan Serasi, Enak Berkomunikasi
d. Memelihara Diri, Tak mengganggu Ekonomi

2. MEMANAGE RUMAH (ay.13-15)
a. Mampu Bekerja Dengan Tangannya
b. Mampu Membagi Tugas Pelayannya
c. Menguasai Situasi Dan Isi Rumahnya
d. Menyediakan Makanan Yang Cukup
e. Membuat Orang Betah Dirumah

3. MEMANAGE KEUANGAN (ay.16-18)
a. Tahu Kondisi Keuangan Rumah
b. Bijak Mengelola Keuangan (in/out)
c. Mampu Mencari Tambahan, Tanpa Mengabaikan Urusan Rumah.
d. Bisa Membantu Suami (ekonomi), Tanpa Kehilangan Peran Istri Dan Ibu

MANAJEMEN RELASI
1. RELASI DENGAN SUAMI (ay.11-12)
a. Bisa Dipercaya Suami.
b. Dipuji Dan Diandalkan Suami.
c. Mampu Membina Relasi Dengan mertua
d. Kompak Dengan Ipar Dan Keluarga Besar

2. RELASI DENGAN ANAK (ay.26-28)
a. Dibanggakan Anak
b. Mengajar Dengan Hikmat, Jadi Sahabat
c. Mengamati Pergaulan Anak
d. Mengenal Teman-Teman Anaknya

3. RELASI DENGAN MASYARAKAT (ay.20-23)
a. Memiliki Kepedulian Sosial Yang Tinggi (Kuantitas)
b. Murah hati, Suka Menolong (Kualitas).
c. Bergaul Tanpa Membedakan Strata
d. Dikenal Lingkungan, Harum Namanya

Sumber: [Steidy Suwuh] -- http://meidysuwuh.wordpress.com/2010/03/28/10-teladan-yesus-sebagai-pemimpin/
 
Support : Kidung Online | Debrian Ruhut Blog | IL Cantante Choir
Copyright © 2013. Catatan Dari Meja Pendeta - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger